Berean Insights

Tetapi Yesus menyuruh dia pergi, kata-Nya: "Pulanglah ke rumahmu dan ceriterakanlah segala sesuatu yang telah diperbuat Allah atasmu." Orang itupun pergi mengelilingi seluruh kota dan memberitahukan segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya. (Luk 8 :32-33)

Dan takjublah orang tua anak itu, tetapi Yesus melarang mereka memberitahukan kepada siapapun juga apa yang terjadi itu. (Luk 8:56)

 

Saya ulangi lagi daftar cerita di dalam Injil di mana Yesus meminta agar orang “menceritakan” atau “tidak menceritakan”.

 

 

Di bawah ini adalah suatu daftar cerita di dalam kitab-kitab Injil di mana orang-orang diperintahkan untuk “memberitahu” atau “tidak memberitahu”.

 

Matius 8:4/ Markus 1:44 – seorang pria yang sakit kusta. “Jangan memberitahu siapa pun mengenai hal ini.

Matius 9:30 – dua orang buta. “Jangan memberitahu siapa pun tentang hal ini.”

Markus 5:43 / Lukas 8:56 – gadis berusia 12 tahun – Yesus memberikan perintah keras kepada mereka untuk tidak menceritakan kepada siapa pun juga apa yang telah terjadi.

Markus 7:32, 36 Seorang tuli yang gagap  - Yesus memberitahu orang banyak untuk tidak menceritakan kepada siapa pun.

Lukas 5:12, 14 Seorang pria yang penuh kusta – Yesus memerintahkan kepadanya untuk tidak memberitahukan kepada siapa pun tentang apa yang telah terjadi.

 

 

Markus 5:19 orang yang dirasuk setan – Yesus berkata “Pulanglah ke rumahmu dan ceriterakanlah segala sesuatu."

  Lukas 8:39 “Pulanglah ke rumahmu dan ceriterakanlah segala sesuatu yang telah diperbuat Allah atasmu. Orang itupun pergi mengelilingi seluruh kota dan memberitahukan segala apa    yang telah diperbuat Yesus atas dirinya.”

 

 

Apakah Anda melihat sesuatu dari daftar bahan mentah yang saya berikan untuk Anda kemarin ? Hasil pembacaan Perjanjian Baru saya secara umum hingga sekarang memberi saya kesan bahwa ada beberapa kesempatan di mana Yesus meminta penerima keajaiban agar tidak menceritakan, dan ada waktu-waktu di mana Ia meminta mereka untuk mengatakan sesuatu. Tetapi dengan melihat detil-detilnya, khususnya detil setelah penyembuhan atau pembebasan, cara standar yang mendasar adalah meminta mereka untuk tidak menceritakan. Hanya pada satu kesempatan Yesus minta seseorang untuk menceritakan, kebalikan dari jangan menceritakan, dan ini adalah kepada orang yang dirasuk setan. Ini mengejutkan saya. Orang yang dirasuk setan adalah satu-satunya orang yang Yesus minta untuk menyebarkan berita itu. Semua yang lainnya diminta untuk tidak mengatakan apapun. Sering kali dalam situasi-situasi seperti orang tua dari anak perempuan yang berusia 12 tahun di mana jelas bahwa ceritanya akan disebarkan juga oleh orang-orang yang hadir pada saat itu, sedangkan orang-orang yang terlibat diminta untuk tidak menceritakannya. Jelas bahwa mereka akan menyebarkan berita juga karena ini adalah sifat manusia. Kemungkinannya sangat kecil bahwa kisah itu akan tersimpan di lingkungan terbatas orang-orang yang memang mengenal semua faktanya. Ada terlalu banyak orang sehingga sulit untuk menghindarkan agar kisah itu tidak menjadi “berita utama”.

Jadi mengapa ada perbedaan dalam hal orang yang dirasuk setan ? Dan mengapa Yesus ingin membatasi penyebaran berita dalam kesempatan-kesempatan lainnya ?

 

Saya pikir dalam hal orang yang dirasuk setan beritanya sudah disebarkan oleh orang-orang yang motivasinya tidak murni. Satu-satunya tujuan mereka nampaknya berkaitan dengan kekayaan materi dan kerugian yang mereka alami sebagaimana yang mereka lihat. Jadi pada akhirnya Yesus diusir dari daerah itu. Seperti yang saya katakan dalam Permata 887, ini adalah reaksi yang aneh terhadap keajaiban yang demikian hebat. Orang itu, yang dikenal oleh semua orang dan yang selama ini mengancam keselamatan orang-orang di sekitarnya di daerah itu, sekarang sudah dibebaskan dari setan-setan yang merasukinya. Tetapi satu-satunya hal yang terpikirkan oleh orang-orang itu adalah kerugian yang mereka derita. Betapa menyedihkannya ! Jadi cerita yang tersebar itu berkaitan dengan kerugian yang mungkin akan mereka derita jika Yesus tinggal di daerah itu. Seperti yang saya katakan pada saat itu mereka memilih babi-babi mereka dan bukan memilih Juru Selamat. Pilihan yang menyedihkan ! Jadi Yesus meminta orang itu, “Pulanglah ke rumahmu dan ceriterakanlah”. Hampir seperti jika Ia mengatakan “Pulanglah ke rumahmu dan ceriterakanlah mengenai apa yang sebenarnya terjadi". Tetapi tentu saja orang itu tidak dapat menyimpannya, ia akan menceritakan kisahnya ke mana pun ia pergi. Selain dari itu, ini adalah pertama kalinya Yesus berada di daerah itu. Orang banyak tidak mengikutiNya seperti di tepi lain dari danau itu. Jadi kaitannya dengan Mesias belum dibuat di sini.

 

Saya yakin bahwa cara Yesus yang standar, dalam menasehatkan orang agar menceritakan atau tidak menceritakan adalah yang kedua, yaitu jangan menceritakan. Dan hal ini berkaitan dengan kesadaran yang salah mengenai Siapa Dia. Sementara kesadaran orang banyak berkembang, mereka ingin memahkotai Yesus sebagai raja. Alasannya adalah karena ada dua konsep mengenai Mesias dari sudut pandang Alkitab. Dua untaian yang ada di sepanjang Firman Allah : Mesias, Anak Daud dan Mesias anak Yusuf. Mesias Anak Daud adalah Mesias Raja yang bertahta dan memerintah. Mesias anak Yusuf adalah pribadi Pelayan yang Menderita. Kalau Anda merenungkan hal ini sebentar, Anda akan menyadari bahwa kedua  pribadi ini berkaitan dengan dua kedatangan Kristus. KedatanganNya yang pertama adalah sebagai Pelayan yang Menderita, yang datang untuk mati. KedatanganNya yang kedua adalah sebagai Raja yang memerintah. Yesus terus menerus menekankan bahwa waktuNya belum tiba. Saat penyataan sepenuhnya mengenai siapa Dia yang sebenarnya dan mengapa Dia datang belum tiba. Jadi Dia terus menerus membatasi dampak yang buruk dari media. Orang banyak terus menerus ingin mengambilNya dan menjadikanNya Raja. Sebagian karena mereka melihat dalam nubuat mengenai Mesias kaitan dengan “Raja yang memerintah” tetapi mungkin lebih dikarenakan mereka menginginkan pembebasan dari penindasan, terutama dari pemerintahan Romawi. Mereka memahami bahwa Dialah yang akan menggenapinya. Betapa salahnya mereka. Yesus datang untuk pertama kalinya untuk tujuan yang secara keseluruhan sama sekali berbeda.

 

Jadi Yesus meluruskan masalah mengenai orang yang dirasuk setan dan Ia memperbolehkannya untuk menceritakan kepada keluarganya dan dengan demikian meluruskan penyimpangan kisah yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kepentingan pribadi itu. Dalam hal keMesiasan, waktunya belum tiba. Tunggu, waktuKu belum tiba. Yohanes terus menerus mengacu kepada tema ini sebagaimana yang telah saya bahas (antara lain dalam Permata 79). Itu sebabnya kita mendapat tema untuk tidak menyiarkan berita khususnya jika beritanya murni berpusat kepada tindakan mujizat dan bukannya pengertian yang lebih mendalam yang ada di baliknya. Ini seperti kilas balik kepada pemahaman : (bangsa) Israel mengenal perbuatan-perbuatanNya tetapi Musa mengenal cara-caraNya.

 

Yang manakah kalian? Mereka yang memandang mujizat karena sensasinya atau mereka yang mencari kedalaman artinya. 

 

Cukup untuk hari ini. Besok kita akan membahas mengenai wanita dengan masalah pendarahan.

 

Sampai bertemu besok di sini di tempat yang sama.

 

 

Disiplin pribadi adalah pada waktu kesadaran Anda meminta Anda untuk melakukan sesuatu dan Anda tidak membantah. W K Hope

Hiduplah sedemikian rupa agar pendeta tidak harus berbohong pada upacara pemakaman Anda.

Alkitab meminta kita untuk mengasihi sesama tetangga-tetangga, dan juga mengasihi musuh kita, mungkin karena pada umumnya mereka semua adalah orang-orang yang sama.

Allah tidak hanya menuliskan Injil di dalam Alkitab, tetapi juga pada pohon-pohon dan bunga-bunga dan awan-awan dan bintang-bintang. Martin Luther

Beritakan Injil setiap waktu dan jika perlu gunakan perkataan. Fransiskus dari Asisi

Setiap saat Anda membagi iman Anda, iman Anda bertumbuh. Rick Warren

Injil, sesuatu yang baik yang terjadi atas manusia yang tidak baik. Beritakanlah kepada seseorang ! Andy Stanley

 

comments powered by Disqus