Berean Insights

Pada waktu itu di Yerusalem ada seorang bernama Simeon. Ia orang baik, yang takut kepada Allah dan sedang menantikan saatnya Allah menyelamatkan Israel. Roh Allah menyertai dia,dan Roh Allah sudah memberitahukan kepadanya bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Raja Penyelamat yang dijanjikan Tuhan.

Oleh bimbingan Roh Allah, Simeon masuk ke Rumah Tuhan. Pada waktu itu Yusuf dan Maria membawa masuk Yesus, yang masih kecil itu untuk melakukan upacara yang diperintahkan hukum agama.

Maka Simeon mengambil Anak itu dan menggendong-Nya, lalu memuji Allah,

"Sekarang, Tuhan, Engkau sudah menepati janji-Mu. Biarlah hamba-Mu ini meninggal dengan tentram.

Sebab dengan mataku sendiri aku sudah melihat Penyelamat yang daripada-Mu.

Penyelamat itu Engkau telah siapkan untuk segala bangsa:

bagaikan terang yang menerangi jalan bagi bangsa-bangsa yang lain, untuk datang kepada-Mu; yaitu terang yang mendatangkan kehormatan bagi umat-Mu Israel."

Ayah dan ibu Anak itu heran mendengar apa yang dikatakan Simeon tentang Anak mereka.

Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu, "Anak ini sudah dipilih oleh Allah untuk membinasakan dan untuk menyelamatkan banyak orang Israel. Ia akan menjadi tanda dari Allah, yang akan ditentang oleh banyak orang,

dan dengan demikian terbongkarlah isi hati mereka. Kesedihan akan menusuk hatimu seperti pedang yang tajam." (Luk 2:25-35)

 

 

Siapakah Simeon ? Beberapa orang menganggapnya sebagai “Simeon yang saleh”, orang terakhir dari sinagoga yang besar, yang sering disebut-sebut oleh orang Yahudi. Meskipun Simeon yang ini memiliki karakter yang sama, ia tidak bisa merupakan Simeon yang sama; karena Simeon yang satu bukan hanya merupakan imam besar tetapi juga hidup beberapa tahun sebelum masa saat kisah ini terjadi. Yang lain menganggapnya sebagai Rabban Simeon, putra Hillell, yang adalah presiden Sanhedrin selama 40 tahun; dan yang kepemimpinannya dilanjutkan oleh putranya; dan yang adalah ayah dari Gamaliel, guru dari Rasul Paulus, yang dituliskan oleh pencatat kejadian Yahudi demikian :

 

“Rabban Simeon, putra Hillell tua, menerima dari ayahnya, dan ditunjuk sebagai presiden setelah ayahnya, tetapi tahun ketika ia memulai kepresidenannya tidak saya temukan pada catatan- catatan penulis lain.”

 "Rabban Simeon, the son of Hillell the old, received from his father, and was appointed president after his father; but the time of the beginning of his presidentship I do not find in any authors".

 

Ada beberapa hal yang nampaknya sesuai dengan, dan mendukung pendapat ini; yang pasti adalah bahwa Kristus dilahirkan pada masanya, ketika Simeon masih hidup. Pencatat kejadian menulis “Yesus dari Nazaret dilahirkan di Betlehem Yudea, yang jaraknya satu setengah parsa (1 parsa kira-kira 4 km) dari Yerusalem, pada tahun 3761 setelah penciptaan dunia, hari kelahirannya termasuk dalam masa kepresidenan Rabban Simeon, putra Hillell.” Akan tetapi, Simeon ini masih hidup beberapa tahun setelah kelahiran Kristus; sementara Simeon yang kita bahas kelihatannya berada pada masa akhir hidupnya ketika itu. Tetapi ini tidak harus benar. Yang tercatat adalah bahwa Simeon tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias. Ini juga dapat diterapkan kepada orang yang lebih muda tetapi kebanyakan penafsir menyimpulkan bahwa Simeon yang disebutkan di sini adalah seorang yang sudah tua. Kenyataannya adalah bahwa kita tidak bisa memastikan siapa dia sesungguhnya. Kita tidak tahu. Juga kecenderungan yang ada adalah mencari seseorang yang terkenal. Saya pikir hal ini dianggap akan memberikan lebih banyak pengaruh atas perkataan nubuat yang dibawanya. Tetapi ini juga tidak harus demikian. Siapapun yang membuat pernyataan, terkenal atau tidak terkenal, kekuatan perkataan itu masih ada dan meskipun jika orang tsb tidak terkenal, hal ini tidak mengurangi pentingnya pernyataan itu.

 

Kita lihat dari teks bahwa ia adalah orang yang suci dan baik dalam hidup dan perkataannya. Ia takut akan Allah, dan menghindari yang jahat. Ia benar di hadapan manusia, dan setia terhadap Allah. Jadi Tuhan menggunakannya sebagai jurubicaraNya. Ini adalah masukan lain bagi Maria dan Yusuf mengenai siapa putra mereka yang sesungguhnya. Lukas sedang menyusun petunjuk-petunjuk kecil yang menunjukkan bahwa anak ini adalah Mesias.

 

Roh Kudus ada di atas Simeon – nubuat sudah berhenti di kalangan orang Yahudi, sejak zaman Maleakhi. Tetapi sejak  konsepsi dan kelahiran Kristus, nubuat kembali lagi. Zakharia, Elisabet, dan Maria semuanya menerima perkataan dari Tuhan melalui para malaikat. Nah, sekarang Simeon juga tampil dengan pernyataan yang bersifat nubuat.

 

Mungkin pernyataan yang paling penting dari semua ini terletak dalam kata-kata “Anak ini sudah dipilih oleh Allah untuk membinasakan dan untuk menyelamatkan banyak orang Israel. Ia akan menjadi tanda dari Allah, yang akan ditentang oleh banyak orang, dan dengan demikian terbongkarlah isi hati mereka. Kesedihan akan menusuk hatimu seperti pedang yang tajam.”

 

Bagaimana Simeon dapat mengatakan bahwa bayi yang manis dan tak berdosa ini akan menyebabkan banyak orang di Israel binasa ? Kita akan membahas mengenai konsep ini besok. Diperlukan satu Permata untuk membahasnya. Itu adalah pernyataan yang paling penting yang dibuat oleh Simeon. Jelas bahwa Roh Kudus menyatakan kepada Simeon siapa sesungguhnya bayi kecil yang digendongnya itu. Mengapa bayi kecil ini ditakdirkan untuk menyebabkan banyak orang binasa ? Pikirkan mengenai hal ini.

 

 

Magellan adalah penjelajah Portugis yang membelah dunia dengan kapal cepat yang panjangnya 75 kaki. (dalam bahasa Inggris “Magellan was a Portuguese explorer who circumcised the globe with a 75-foot clipper”, “circumcised” berarti menyunat, “clipper” juga berarti alat pemotong). Ini adalah kesalahan murid SMA dalam skripsinya - Terima kasih Michael, untuk satu kutipan lain mengenai sunat, meskipun terlambat sehari.

Konflik tidak dapat bertahan tanpa partisipasi Anda ! “Jika tidak ada kayu, api akan padam !” – Rick Godwin

Orang yang lemah tidak akan pernah bisa mengampuni. Pengampunan adalah atribut orang yang kuat ! – Rick Godwin

Ada dua alasan mengapa orang belum menjadi orang Kristen :     1. Mereka belum pernah bertemu dengan orang Kristen, 2. Mereka sudah pernah bertemu dengan orang Kristen ! Aduh ! – Rick Godwin

comments powered by Disqus