Berean Insights

O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!

Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?

Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya?

Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

(Roma 11:33-36)

Jadi mengapa bagian ini ada di sini? Apakah Paulus menutup surat Roma di sini, di akhir pasal 11? Tidak, tentu saja tidak. Perhatikan pasal-pasal di sekitarnya, sudah jelas bahwa ayat-ayat ini merupakan bagian dari surat Paulus. Semuanya masih ada berkoneksi dengan baik. Jadi apa yang sedang Paulus lakukan?

Paulus sedang penuh emosi, dia sedang bersemangat. Tidakkah Anda pernah menjadi bersemangat tentang sesuatu sampai Anda lupa diri saat dalam keadaan seperti itu? Belum pernah? Ayo kita mencobanya. Mungkin ini akan membuat hidup Anda lebih cerah. Paulus begitu terpana dengan apa yang baru saja dia katakan sehingga dia lupa diri sehingga menulis sebuah pujian. Pasti ada yang tahu bahwa ini adalah kutipan dari pujian yang lama. Paulus serasa terbang saat memikirkan kemurahan Tuhan dan anugerah-Nya dan secara spontan dia memasukkan pujian akan kebesaran Allah di tengah-tengah topik yang sedang dia bahas.

Apakah Anda sangat bersemangat pada Tuhan dan Alkitab atau apakah semangat itu hanya untuk sesuatu yang sekuler seperti pertandingan rugby atau sepak bola? Maaf saya sedang di Selandia Baru sekarang dan saya senang menjadi Kiwi untuk orang-orang Kiwi. Tapi serius nih, apakah Anda pernah merasa demikian? Apakah Anda pernah tiba-tiba melantunkan suatu lagu di mal karena ada alasan tertentu ataukah pujian Anda hanya untuk gereja dan menyanyi di kamar mandi saja? Ayolah keluar dari batasan dan menjadi lebih hidup.

Inilah sebenarnya apa yang sedang Paulus lakukan sehingga tiba- tiba saja dia menulis sebuah pujian. Kata “Doxology” berasal dari bahasa Yunani Doxa [kemuliaan]. Ketika merenungkan tentang kemuliaan Tuhan tidak ada seorangpun bisa tahan untuk tidak melantunkan sebuah pujian. Paulus tidak sedang menutup suratnya, dia sedang berada dalam keadaan terkesima. Jangan hentikan dia. Biarkan dia terus terpana; mungkin ini akan membuat orang lain melakukan hal yang sama seperti dia.

Ketika Paulus mulai terpana akibat dari apa yang sedang dia katakan berkaitan dengan belaskasihan dan kemurahan Tuhan, kemudian apalagi yang dapat dia lakukan  kecuali langsung memuji Tuhan. Ini sungguh luar biasa dan inspirasional dan layak untuk dipikirkan. Tetapi apa yang terjadi adalah para pakar Alkitab berkumpul dan mendiskkusikan tentang teks dalam Roma ini dan memutuskan bahwa bagian ini tidak seharusnya ada di sana atau ini hanyalah sisipan dari penulis lain dan bukan tulisan Paulus yang asli. Sehingga merampok orang -orang Kristen biasa berkat dari Alkitab dengan memaksa orang lain untuk membaca Alkitab seperti yang mereka inginkan.

Jika Anda belum merasakan semangat Paulus ini, bacalah lagi secara keseluruhan untuk memperhatikan mengapa Paulus tiba-tiba terbang ke langit ke sembilan dan mengalunkan pujian. Saya tidak sedang membuat pasal ini menjadi lebih lemah dengan menganalisanya. Bacalah lagi dan lagi dan biarkan hal ini memberikan penerangan kepada Anda tentang apa yang telah Paulus katakan sebelumnya.  

Besok kita membahas Roma 12:1. Ingat bahwa pasal itu mulai dengan kata ‘oleh karena itu” dan jika Anda mendapati kata itu maka Anda harus mulai bertanya pada diri sendiri….

Lakukanlah.

 ‘Anda tidak akan menempatkan telur yang baru di bawah ayam mati.’  Howard Hendricks

Seorang yang sakit hati  menyakiti orang lain.

comments powered by Disqus