Berean Insights

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.

Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian.

Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu!

Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya?

Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain?

Perhatikanlah bunga bakung, yang tidak memintal dan tidak menenun, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

Jadi, jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang percaya!

Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum dan janganlah cemas hatimu.

Semua itu dicari bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu tahu, bahwa kamu memang memerlukan semuanya itu.

Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu. (Lukas 12:22-31)

 

 

Karena itu Aku berkata kepadamu… Karena apa? Apa yang ada dalam pikiran Yesus ketika Ia mengatakan kalimat ini? Berkaitan dengan apakah kalimat ini? Kapan saja Anda menemui kalimat ‘’karena itu…’’ atau ‘’oleh karena itu...’’ Anda harus menanyakan ‘’mengapa’’. Jadi mari kita lihat kembali apa yang terjadi setelah Yesus membuat pernyataan-pernyataan-Nya yang terakhir yang berkaitan dengan ‘’burung-burung’’ dan ‘’jangan khawatir’’.

 

 

Yesus mengusir setan dari seorang pria

Orang-orang Farisi menuduh bahwa Ia mendapatkan kuasaNya dari setan

Orang-orang Farisi dan orang banyak minta tanda

Tidak ada tanda selain Yunus dan Ratu Syeba

Yesus mengatakan bahwa orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat penuh dengan kegelapan

Mereka mengundang Yesus untuk makan dan menuduhNya tidak melakukan tata cara pencucian

Ia menyebut mereka munafik dan mengatakan bahwa mereka bertanggungjawab atas darah para nabi

Mereka marah kepada Yesus (dan kepada murid-muridNya)

Jangan takut akan mereka yang dapat membunuh tubuh . . .

Lebih berharga daripada burung pipit

Jangan mengingkariNya

Menghujat Roh Kudus

Kalau diajukan ke pengadilan dan penguasa

 

Seorang saudara yang menginginkan bagian warisannya menyela Yesus

Perumpamaan orang kaya yang bodoh

 

Karena itu Aku berkata kepadamu ‘’Janganlah kuatir akan hidupmu’’

Lebih penting daripada burung dan bunga bakung

Jangan khawatir mengenai pakaian, makanan, penyediaan kebutuhan-kebutuhanmu

Carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.

  

Anda lihat bahwa semua ini saling berkaitan? Mengapa Yesus mengatakan, ‘’Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir?’’ Setelah seseorang menyela untuk mengatakan sesuatu yang berhubungan dengan uang, Yesus kembali kepada apa yang sedang dikatakan-Nya sebelum orang tersebut menyela-Nya. Yesus sama sekali tidak kehilangan fokus pembicaraan karena perkataan-Nya disela orang. Dan, Ia tidak hanya kembali kepada apa yang Ia katakan sebelumnya, tetapi Ia juga dengan ahli menjalin perkataan orang itu dengan apa yang ingin dikatakan-Nya. Apakah Anda melihat hal ini?

 

Pertentangan dari orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat makin meningkat. Singkatnya, Yesus mengatakan agar orang-orang tidak takut kepada para pemimpin Israel yang dapat membunuh mereka, tetapi yang tidak dapat menghancurkan jiwa/roh mereka. Takutlah akan Allah. ‘’Kalian akan diajukan ke pengadilan, tetapi jangan khawatir. Kalian lebih berharga daripada burung-burung pipit. Allah akan memeliharakan kalian. Ia mengetahui jumlah rambut yang ada di kepala kalian. Ia tahu apa yang kalian butuhkan. Jangan berbalik dari Dia. Jangan menolak-Nya; Ia tidak akan menolak kalian.’’ Ini adalah jalinan pengajaran Yesus sebelum Ia disela.

 

Setelah Ia disela, Yesus kembali mengulangi apa yang dikatakanNya sebelumnya. ‘’Sudah Kukatakan agar kalian tidak mengkhawatirkan hidup kalian. Kalian lebih penting dari burung-burung dan bunga bakung. Jangan khawatir mengenai apa yang akan kalian pakai, jangan pikirkan mengenai apa yang akan kalian makan atau minum. Jangan khawatir mengenai masa depan. Allah mengendalikan semua itu. Ia akan mengurus segala sesuatunya. Kalian hanya perlu memusatkan perhatian kalian untuk mendahulukan Kerajaan-Nya.’’ Apakah Anda lihat bagaimana Yesus menjalin semua hal ini? Apa yang dikatakan-Nya sebelumnya dan kekhawatiran orang yang menyela pembicaraan-Nya dan juga isi dari jawaban Yesus kepadanya. Kalau Anda menghubung-hubungkan semua elemen yang saya beri warna biru, Anda akan mulai memahami betapa mahirnya Yesus menjawab pertanyaan orang itu, dan kemudian kembali kepada kekhawatiran murid-murid dan merangkum semua itu dalam satu kesatuan.

 

Perhatikanlah bagaimana Ia memusatkan perhatian kepada kenyataan bahwa orang yang mengkhawatirkan mengenai warisannya dan orang kaya yang bodoh itu mengabaikan hal-hal rohani. Hidup lebih dari makan dan minum. Lebih penting dari kenyamanan tubuh. Burung tidak membangun lumbung seperti yang ingin dilakukan oleh orang kaya yang bodoh. Tetapi burung-burung itu terpelihara. ‘’Dan jangan lupa bahwa Aku (Yesus) mengatakan sebelumnya: kalian lebih penting dari burung-burung.’’ Jangan memusatkan perhatian kepada kebutuhan tubuh, pusatkan perhatian kepada perkara-perkara Allah (kaya di hadapan Allah) dan semua hal lainnya akan beres.

 

Ini bukan hanya suatu kumpulan acak perkataan. Ini merupakan satuan yang dijalin dengan ahli, yang mengulangi kembali apa yang sudah Yesus katakan, tetapi yang dengan ahli mengambil kembali pokok pemikiran yang dibuat-Nya untuk saudara yang menginginkan bagian warisannya pada saat itu. Semua ini saling berkaitan. Sedikitpun Yesus tidak kebingungan karena orang tersebut menyela-Nya. Sebaliknya, Yesus dengan mahir menggunakannya untuk tujuan-Nya. Saya pikir Lukas bukan ahli yang ada di balik satuan ini. Saya pikir Yesuslah yang menciptakan argumen yang mahir ini.

 

Saya akan berdoa malam ini untuk mengetahui apakah saya harus membongkar bagian ini lebih lanjut, atau apakah saya sudah cukup menyorotinya untuk dapat melanjutkan ke bagian berikutnya yang perlu kita perhatikan.

 

 

Tragedi yang paling besar bukan kematian, tetapi hidup tanpa tujuan.  Rick Warren

 

Kalau kita percaya dengan sungguh atas apa yang kita lakukan dan MENGAPA kita melakukannya, maka perkataan negatif atau tepuk tangan orang tidak akan banyak mempengaruhi kita.  Sidney Mohede

 

Hambatan yang paling besar terhadap pertumbuhan pribadi Anda bukanlah kebodohan, tetapi ilusi pengetahuan. Dengan mempercayai bahwa Anda ‘sudah mencapai tujuan Anda’.  Bob Gass

 

Kalau Anda benar-benar melayani, Anda tidak peduli siapa yang mendapat pujian.

 

 

Nah kawan-kawan, saya baru saja men-Tweet Permata saya yang ke-1000. Singkatnya saya sudah mengirim 17.656 Tweet. Siapa yang dapat membayangkan bahwa hal ini akan terjadi, selain Allah?

17,656 Tweet adalah yang dipakai ketika mengirim Tweet tersebut dalam bahasa Inggris. Sekarang saya sudah mengirim 23,579 Tweet.

comments powered by Disqus